Pages

Subscribe:

Video

Labels

Categories

Tampilkan postingan dengan label KULTUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULTUM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Agustus 2013

5 KUNCI PENGOKOH JIWA

Saudara-saudaraku, mungkin sering kita mendengar kata-kata bahwa hidup adalah perbuatan (SB), hidup adalah anugerah (DMasive), hidup penuh liku-liku ( ES ), hidup adalah pengorbanan ( RI ), dan hidup adalah pilihan serta masih banyak kata-kata lagi yang pernah kita dengar. Supaya hidup kita lebih tenang, santai dan barokah ada 5 kunci pengokoh jiwa tuk menghadapi hidup, yaitu:

1. Aku harus siap menghadapi hidup ini, apapun yang terjadi

Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku. Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah Azza Wa Jala.

Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri. Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya. Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku...

2. Aku harus rela dengan kenyataan yang terjadi

Bila sesuatu terjadi, yaa… inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani. Aku harus menikmatinya, dan aku tak boleh larut dalam kekecewaan berlama-lama. Kecewa, dongkol, sakit hati tak akan merobah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri. Dongkol begini, tak dongkol juga tetap begini.

Hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh serta pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.
Bila nasi telah menjadi bubur, maka aku harus mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, sledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati..

3. Aku tak boleh mempersulit diri

Aku harus yakin bahwa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti.
Tak mungkin siang terus-menerus dan tak mungkin juga malam terus-menerus, pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya, aku harus sangat sabar menghadapinya. Akupun harus yakin bahwa setiap musibah terjadi dengan ijin Alloh Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena Dia tidak pernah mendzolimi hamba-hamba-Nya.

Aku tak boleh mendzolimi diriku sendiri, dengan pikiran buruk yang mempersulit dan menyengsarakan diri, pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah. Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tak boleh lari dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah. Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah. Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya,
begitupun persoalan yang kuhadapi seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah

“Fainnama’al usri yusron inna ma’al ‘usri yusron”
" dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan "

Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri Alloh Azza Wa Jalla ...

4. Evaluasi diri

Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Allah Azza Wa Jalla dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia. Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar. Harus kurenungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku, bisa jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku di sisi Allah Mungkin aku harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki Setiap kejadian bagai cermin pribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya,
Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat hamba''-Nya ....

5. Allah-lah satu-satunya penolongku

Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa ijin-Nya Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, karena segala-galanya adalah milik-Nya dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya Tak ada yang dapat menghalangiku jikalau Dia akan menolong hamba-hamba-Nya.

Dia-lah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya Oleh karena itu aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya Ingatlah selalu janji-Nya !!!!

“Barang siapa yang bertaqwa kepada-Ku, niscaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Kuberi rizki/pertolongan dari tempat yang tak terduga. Dan barang siapa yang bertawakal kepada-Ku, niscaya akan Kucukupi segala kebutuhannya”..(QS.At-Thalaq) : 2-3)...

Wallahu'alam Bishawab

Subhanaka Allahuma wa bihamdika asyhadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik....

Senin, 29 Juli 2013

MAKNA MUDIK LEBIH DALAM





Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik berasal dari bahasa jawa "Mulih Dhisik" yang artinya pulang dulu. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia
Menjelang hari raya Idul Fitri, mayoritas masyarakat Indonesia yang tinggal di kota-kota besar kembali menuju kampung masing-masing. Seiring dengan akan berakhirnya Ramadan, mereka yang sedang berada di daerah perantauan biasanya mulai disibukkan berbagai persiapan untuk mudik Lebaran ke kampung halaman. Sebuah tradisi yang begitu mengakar di masyarakat, Tradisi Mudik namanya. tradisi mudik Idul Fitri sudah menjadi ritual tahunan yang dilakukan umat Islam seantero Nusantara.
Di Indonesia, mudik amat kuat karena ikatan komunitas kita amat kental. Ini tak terlepas dari kondisi geografis negeri kita yang berpulau-pulau dan bersuku-suku. Suku menjadi identitas. Kedaerahan menjadi identitas yang penting dan kuat. Ini tentu punya daya tarik. Siapa pun yang merantau pasti rindu untuk pulang ke kampung dan bereuni bersama sanak family dan handai tolan. Karena momentumnya berkait dengan event agama, terjadilah keserempakan pulang kampung dengan segala problematikanya. Fenomena metafisik tersirat dalam tradisi ini, bahwa seberapa pun jauhnya merantau, pada akhirnya seseorang akan kembali ke asalnya. Pepatah mengatakan, setinggi-tinggi bangau terbang, ia akan kembali ke sangkarnya.
Tradisi mudik Lebaran telah menjadi ritual bagi umat muslim, tidak peduli ia berasal dari golongan kaya atau miskin. Berbagai motivasi turut menyertai peserta mudik lebaran, seperti rindu kampung halaman, sungkem kepada orang tua, silaturrahmi dengan sanak saudara, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Di dalamnya terdapat suatu makna bersilaturahmi guna mempererat ikatan dengan kampung halaman, sungkem pada orang tua, bertemu dengan para kerabat dan berbagi kebahagiaan dengan sesama
Dalam makna spiritual, pengertian mudik diartikan dengan kembali pada ampunan Allah. Dalam surat Ali Imran ayat 133 tertulis: “Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.” Intinya, ajakan untuk mudik yakni kembali pada ampunan Tuhan.
Tetapi makna yg lebih mendalam dari MUDIK adalah mengingatkan kita kepada sang Kholiq, sang maha Pencipta, karena semuanya pasti akan kembali kepada_NYA.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un  adalah potongan dari ayat Al-Quran, dari Surah Al-Baqarah, ayat 156, Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.". Kullu nafsin dzaikatul ma’ut. Setiap yg bernyawa, setiap yg hidup semuanya  pasti akan merasakan mati, semua makhluk fana, tinggallah yg kekal dan abadi Allah azza wajjala.

Ingatlah wahai saudara-saudariku..
Saya, anda dan kita semua pasti akan menempuh perjalanan tersebut, tapi kita tidak tahu kapan di mulainya perjalanan, bisa sekarang, nanti atau lusa.
Yang menjadi masalah, sudahkah kita memiliki bekal untuk menempuh perjalanan tersebut. Yang menjadi masalah, sudahkah kita mempersiapkan diri kita, bekal kita untuk menempuh perjalanan tersebut yg diawali dengan kematian kemudian menghadapi pertanyaan2 malaikat di alam barzah. Setelah itu sudahkah kita memiliki bekal untuk menghadapi yaumul mashyar yg begitu panjang mengerikan dan dashyat di mana matahari didekatkan di kepala manusia. Sudahkah kita siapkan bekal untuk menjawab pertanyaan2 Allah ketika kita ditegakkan, dihadapkan dihadapannya, dipanggil fulan-fulan bin fulan, fulan binti fulan.. lalu dihadapkan dihadapan Allah semua anggota tubuh kita bersaksi. Sudahkan kita mempersiapkan untuk hari ini. Sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk melewati titian yg bisa berakhir di syurga...atau na’udzubillah bisa tergelincir ke neraka.
Mudah-mudahan rahmat Allah SWT menyertai setiap langkah kita, mudah2an Allah membimbing kita ke jalan yang lurus, menegakkan kita di atasNYA, memberikan kita khusnul khotimah, serta keteguhan dalam kehidupan dunia maupun setelah mati. Persiapkan dirimu wahai saudara-saudariku, persiapkan bekalmu untuk melanjutkan perjalanan MUDIK  ke kampung akheratmu.


Senin, 22 Juli 2013

Syukur Mengubah Hidup Anda



Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah menjamin dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut. Sudahkan Anda bersyukur? Sudahkah Anda merasakan tambahan nikmat atas syukur Anda? Apakah Anda ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, mulailah perbanyak syukur.
Ada dua manfaat besar dari bersyukur. Kedua manfaat ini akan mengubah hidup kita jika kita mendapatkannya.
  1. Pahala dari Allah. Jelas, bersyukur adalah perintah Allah, kita akan mendapatkan pahala jika kita bersyukur dengan ikhlas.
  2. Menciptakan Feeling Good. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia. Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur. Bagaimana tidak, pikiran kita akan fokus pada berbagai kebaikan yang kita terima.
Lalu apa manfaat Feeling Good?

Jumat, 19 Juli 2013

MUHASABAH = RENUNGAN DIRI



Saudaraku, marilah kita melakukan muhasabah = instropeksi diri. Kami tak hendak mendikte anda, namun sekedar menuntun agar apa yang kita kerjakan selama ini benar-benar menjadi solusi terbaik atas segala permasalahan. Allah berfirman; “ Yaa ayyuhal ladziina aamanuttaqullaaha wal tanzur nafsum maa qaddamat liqad, wattaqullaah, innallaha khabirum bimaa ta’maluun “, artinya wahai orang-orang yg beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yg telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan ( QS. Al-Hasyr : 18 ).
Rasullah SAW bersabda,  “ Mintalah fatwa pada hatimu. Kebajikan adalah sesuatu yang membuat jiwa tenang dan hatimu tenteram, sedangkan dosa adalah yang bergejolak dalam jiwa, membuat gundah serta ragu-ragu dalam dada, walaupun orang-orang berbicara dan memberi fatwa kepadamu “ ( HR. Ahmad ).
Untuk membantu mengecek ulang apa yang sudah kita kerjakan dan perbuat selama ini, berikut ada beberapa catatan “ muhasabah an-nafs ( Introspeksi diri ) “
Saudaraku,

PERJALANAN KE KAMPUNG AKHERAT



Ass. Wr. Wb.
Hidup di dunia sering kita melakukan perjalanan, berkendara berpindah dari satu kota ke kota lain, menyeberangi lautan dari satu negeri ke negeri lain, terbang di angkasa bersama pesawat menuju tempat yang kita cari. Setiap kita melakukan perjalanan di kehidupan selalu ada harapan di hati kita untuk kembali ke kampung halaman berkumpul dengan keluarga, anak, istri, karib kerabat, sahabat dan handaitaulan. Tapi,